Aku
akan menulis sedikit tentang diriku.
Namaku
Aflaharani Uhacham dan dilahirkan di tanah Istimewa yaitu Daerah
Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Sleman. Pada tanggal 28 November tahun
1995. Aku adalah anak kedua dari pasangan Bapak Hupoyo dan Ibu Suharni, kakakku adalah seorang gadis manis berlesung pipit bernama Amiranissa Uhacham dan adikku adalah seorang anak lelaki cengeng yang doyan makan bernama Braratama Uhacham. Kenapa nama belakangku, kakak dan adikku terdapat "Uhacham" - nya? Itu marga, dari Kakekku yang bernama Ameercham Soewitohardjono.
Sejak
kecil aku adalah anak tomboy yang enggan memakai "Rok" terkecuali untuk
sekolah.
Ketika
TK aku pernah membuat seorang anak laki-laki mimisan
karena pukulan kecilku saat itu (itu hanya satu dari banyak kelakuan
nakalku), ketika SD aku telah membuat sebagian
dari anak kelasku menangis karena ulahku. Puncaknya adalah ketika aku
menduduki bangku SMP, hampir tiap semester Papaku harus memenuhi surat
panggilan dari Guru Bimbingan Konseling atau BK entah karena aku yang
membawa hp disekolah, memakai seragam tidak sesuai aturan, membawa motor
ke sekolah, dan yang paling sering adalah berkelahi. Hahaha... Setiap
ada anak yang membuat ulah padaku, walaupun hanya melirik atau
menyenggolku ketika aku berjalan, dia akan berurusan denganku. Baik
teman seangkatan maupun kakak kelas. Terlihat konyol kalau
mengingat hal-hal ini sekarang, bahkan menulisnya pada blog pribadiku.
Tapi pengalaman memanglah guru terbaik untuk diri kita.
Kala
itu Ujian Nasional membuat anak-anak SMP cukup takut. Karena tidak
adanya Ujian ulang bagi siswa-siswi yang tidak lulus, seperti kakak
kelasku sebelumnya. Tapi tidak untuk aku, karena walaupun aku terkenal
nakal dan bandel, aku adalah anak yang selalu mendapatkan peringkat lima
besar disetiap semester akhir. Aku percaya diri menghadapi UN. Aku
mendapatkan nilai rata-rata 8,5. Disinilah perubahan dalam hidupku
dimulai.
Karena
kelakuanku yang super nakal dan bandel ketika SMP Papa tidak
mengizinkanku bersekolah di kota, Papa memintaku untuk memasuki SMA yang
memiliki asrama didalamnya, yappp Pesantren. Sontak hal itu membuatku
menangis berhari-hari bahkan ketika Papa sudah mendaftarkanku melalui
kerabatnya yang memiliki sebuah pesantren. Aku membujuk dan terus
membujuk Papaku agar tidak memasukkanku ke pesantren, dengan usaha keras
meyakinkan Papaku akhirnya Papaku luluh juga. Aku didaftarkan oleh
Papaku di salah satu Madrasah Aliyah, yang menurut Papaku bisa membuatku
berubah menjadi anak yang berakhlak baik dan mengerti agama. Aku sangat
bersyukur karena hal itu, setidaknya aku tidak terkurung dalam asrama
dan masih bisa menjalani kehidupan seperti teman-temanku yang lain. Aku
menjadi anak yang pendiam dan memulai menyadari bahwa
perbuatan-perbuatanku sebelumnya adalah buruk.
Pada
awal tahun 2011 aku mengikuti sebuah seleksi cabang olahraga Gulat
berasama seorang sahabatku yaitu Silvia Tetra. Kami bersekolah di SD dan
SMP yang sama sebelumnya. Tak disangka aku dan Silvia lolos dan
langsung mengikuti Pelatda PORPROV 2011. Kurang dari 4 bulan latihan aku
dan Silvia berlaga di pertandingan tersebut. Pertandingan itu adalah
awal yang baik untukku karena aku berhasil merebut medali perunggu.
Menjalani karir menjadi atlit gulat terus aku jalani, mengikuti berbagai
kejuaraan dan mendapatkan banyak kemenangan. Sertifikat-sertifikat yang
aku peroleh ternyata membantuku mendaftar ke PTN yang sangat aku
inginkan, yaitu Universitas Negeri Yogyakarta dan aku memilih Fakultas
Ilmu Keolahragaan pada program studi Pendidikan Jamani Kesehatan dan
Rekreasi.
Saat
ini saya berada pada semester 4, setelah melalui semester-semester yang
cukup berat karena di FIK ini kami tidak hanya menjalani perkuliahan
didalam kelas yang tenang, damai dan sejuk, tetapi saya juga menjalani
kuliah di lapangan yang berdebu atau di kolam renang yang panas karena
terik matahari.
Pada
semester 4 ini terasa lebih ringan karena tidak banyak mata kuliah
praktek yang memberatkan, dan di semester 4 ini aku bertemu dengan mata
kuliah "Media Pembelajaran Penjas" yang diampu oleh Bapak Saryono dan
Bapak Caly Setyawan. Saya pikir mata kuliah ini adalah mata kuliah yang
mudah, tetapi ternyata banyak sekali tugas yang menurut saya lumayan
sulit. Bahkan Dosen memberiku dan teman-teman tugas setiap pertemuan,
setelah tugas satu selesai pasti akan ada tugas lain yang menyusul.
Terasa berat, tetapi aku sadar tugas-tugas ini membantuku belajar
menjadi calon Guru yang tidak gaptek, mampu mengajar lebih menarik
dengan media pembelajaran, dan menentukan jenis strategi media yang
tepat diterapkan. Makul ini benar-benar membuat saya percaya diri bahwa
dengan bekal perkuliahan ini saya mempu menjadi Guru yang smart dan
dapat membuat pembelajaran Olahraga menjadi menarik bagi para peserta
didik.
Sekian
saja yang dapat aku tulis tentang diriku. Semoga bermanfaat dan mampu
memotivasi bagi pembaca. Salam kenal dan terimakasih.........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar